detikcom
Sabtu, 23/11/2013 14:50 WIB

Vonis Angie Lebih Berat, Harapan pada Artidjo Dkk Disandarkan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Vonis yang lebih berat diberikan pada Angelina Sondakh dalam vonis kasasi Mahkamah Agung (MA). Angie diganjar 12 tahun penjara dan hartanya senilai Rp 39,9 miliar disita. Putusan ini lebih berat dari vonis di Pengadilan Tipikor.

"Khusus untuk Artidjo dkk di MA, semoga ini bukan sebagai putusan yurispruden yang terakhir tapi awalan untuk cambuk koruptor. Namun khusus untuk MA harus bertanggung jawab membenahi pengadilan Tipikor," kata aktivis antikorupsi Apung Widadi di Jakarta, Sabtu (23/11/2013).

Ketua majelis hakim kasasi Angie yakni Artidjo Alkostar. Di Pengadilan Tipikor, hakim menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara kepada Angie.

"Putusan Artidjo dkk ada dua hikmah, pertama tamparan keras bagi pengadilan Tipikor di mana selalu memvonis rendah dengan hanya mengambil vonis dari pasal subsider saja bukan primer," jelas Apung.

Sedang yang kedua, lanjut Apung, vonis ini menjadi peringatan untuk koruptor karena trend saat ini hukuman kouptor akan selalu bertambah seiring desakan publik dan progresivitas KPK.

"Khusus untuk KPK harusnya berani menuntut dakwaan lebih berat diatas 15 tahun, apalagi pencucian uang sudah menjadi senjata ampuh," tutupnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close