Kamis, 21/11/2013 12:49 WIB

'Studio' Mesum Sopir di Depok Dikontrak 2 Tahun oleh Bos Angkot

Rivki - detikNews
Depok - Empat kawanan sopir angkot di Depok ditangkap polisi karena merekam adegan mesum di sebuah rumah. 'Studio' mesum tersebut dikontrak selama 2 tahun.

"Pengontraknya si AS (55), dia sudah ngontrak kurang lebih 2 tahun," kata Kapolsek Sukmajaya Kompol Agus Widodo di rumah AS, Jl Teluk Bayur, Depok, Kamis (21/11/2013).

AS merupakan bos dari 3 sopir angkot yang ikut ditahan polisi. Agus menambahkan, kemungkinan besar kelakuan bejat AS sudah dilakukan sejak lama.

"Ada dugaan kalau ini sudah dilakukan sejak lama. Korbannya juga kemungkinan akan bertambah," tambah Agus.

Agus mengatakan, penggeledahan rumah bercat putih itu berdasarkan kecurigaan anggotanya di lapangan.

"Awalnya buser saya dapat laporan dari masyarakat kalau rumah itu tempat tidak benar. Kita lakukan penyelidikan dan Selasa kemarin kita putuskan untuk digeledah," terangnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%