detikcom
Rabu, 20/11/2013 18:43 WIB

Pilgub Riau Putaran ke-2, PD Tak Dukung Cagub Golkar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jakarta - Majelis Tinggi dan DPP Demokrat tidak mendukung jago Partai Golkar dalam pemilihan gubernur Riau putaran kedua pada 27 November. Demokrat memutuskan dukungan kepada eks Wali Kota Pekanbaru.

Demikian disampaikan Wakil Dewan Penasihat DPD Demokrat Riau, Jefry Noer, Rabu (20/11/2013). Menurut Jefry, keputusan dukungan ini ditandatangani oleh majelis tinggi dan DPP Demokrat hari ini.

"Surat dukungan resmi yang setujui majelis tinggi dan DPP Demokrat diteken langsung oleh Pak SBY. Dukungan itu diberikan kepada calon Gubernur Riau pasangan Herman Abdullah-dengan Agus. Surat dukungan itu segera disosialisasikan ke seluruh DPC se-kabupaten dan kota se-Riau menjelang Pilgub putaran kedua ini," kata Jefry.

Jefry mengaku sikap DPD Demokrat Riau masih mengambang untuk menentukan pilihan kepada dua pasangan kandidat. Kandidat nomor urut 1 Herman-Agus dan nomor urut 2 Annas- Andy Rachaman dari jago Golkar.

"Dengan adanya keputusan itu, diminta seluruh jajaran pengurus serta kader Demokrat di Riau memberikan dukungan kepada Herman-Agus," imbuhnya.

Pada Pilgub putaran pertama September 2013 lalu, jago Demokrat Achmad yang menjabat Bupati Rokan Hulu kalah. Dari lima pasangan yang ada, yang berhak maju pada putaran kedua Herman-Agus yang diusung partai non parlemen dan Annas-Andy dari Golkar.

Putaran pertama, jago Golkar meraih suara terbanyak namun tidak sampai 30 persen. Selanjutnya disusul Herman Abdullah, mantan dua kali menjadi Walikota Pekanbaru.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%