detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/11/2013 14:47 WIB

Minta dr Ayu Dibebaskan, Ratusan Dokter Demo di Kantor IDI Jakarta

Nur Khafifah - detikNews
Demo dokter (Foto: Nur Khafifah)
Jakarta - Ratusan dokter yang tergabung dalam berbagai aliansi menggelar aksi di depan kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Aksi digelar sebagai ungkapan solidaritas atas dipidanakannya dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani atas tuduhan malpraktek di Manado.

Sebanyak 200 dokter berorasi di depan kantor IDI, Jalan Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka mengenakan seragam dokter warna putih dan membentangkan spanduk berisi penolakan kriminalisasi dokter. 1 unit meja yang telah dilumuri obat luka cair diletakkan di depan massa.

"Kita mengingatkan dengan tegas kepada PB IDI agar segera memberikan tim hukumnya agar persoalan ini tidak menjadi kronis," ujar koordinator aksi, dokter Iqbal di depan kantor IDI, Jalan Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2013).

Iqbal mengancam pihaknya akan terus melakukan aksi jika dokter Ayu tidak dibebaskan. Sebab menurutnya penangkapan dokter Ayu merupakan bukti kriminalisasi dokter.

"Tadi kita sudah ketemu PB IDI. Katanya mereka sudah kirim tim hukumnya untuk mengadvokasi ini," ucapnya.

Ratusan dokter tersebut hari ini melakukan ijin kerja. Mereka mengancam akan mogok kerja jika kasus dokter Ayu tidak segera diselesaikan.

"Bayangkan kalau kita mogok kerja, siapa yang akan menangani pasien?" katanya.

Dokter Ayu diputuskan bersalah oleh Mahkamah Agung atas kasus malpraktek di Manado. Ia didakwa 10 bulan penjara.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(kff/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%