Detik.com News
Detik.com
Senin, 18/11/2013 12:10 WIB

Soal Penyadapan, PM Australia: Semua Negara Mengumpulkan Informasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Halaman 1 dari 2
Soal Penyadapan, PM Australia: Semua Negara Mengumpulkan Informasi Dokumen rahasia intelijen Australia yang bocor (abc.net.au)
Canberra, - Informasi soal penyadapan terhadap Indonesia kembali muncul. Kali ini dilaporkan bahwa intelijen Australia juga menyadap percakapan telepon Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009 lalu. Selain Presiden SBY, penyadapan juga dilakukan terhadap Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri senior Indonesia.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Australia mengenai penyadapan ini. Namun beberapa waktu lalu, surat kabar Jerman, Der Spiegel memberitakan bahwa kedutaan-kedutaan Australia di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, digunakan untuk menyadap percakapan telepon dan data.

Bahkan media Inggris, The Guardian menuliskan, badan intelijen elektronik Australia, atau yang juga disebut Direktorat Sandi Pertahanan, DSD bekerja sama dengan Badan Keamanan Nasional AS, NSA melakukan operasi pengintaian di Indonesia selama KTT perubahan iklim PBB di Bali pada 2007 lalu.

Usai pertemuan dengan Wapres RI Boediono pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Tony Abbott sempat angkat bicara mengenai operasi pengintaian tersebut.

"Semua negara, semua pemerintahan mengumpulkan informasi. Itu tidak mengejutkan. Tidak mengagetkan," kata Abbott seperti dilansir The Guardian, Senin (18/11/2013).

"Kami menggunakan informasi yang kami kumpulkan itu untuk kebaikan, termasuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia," tandasnya. Dikatakan Abbott, dalam pertemuan dengan Boediono tersebut, dirinya menawarkan untuk meningkatkan level pertukaran informasi kedua negara.

"Karena saya ingin rakyat Indonesia mengetahui bahwa semua, semua yang kami lakukan adalah untuk membantu Indonesia serta membantu Australia. Indonesia adalah negara yang sangat saya hormati," tutur pemimpin baru negeri Kangguru itu.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%