detikcom
Minggu, 17/11/2013 21:30 WIB

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Malam Ini

Ferdinan - detikNews
Gunung Sinabung (Dok.Detikcom)
Jakarta - Gunung Sinabung kembali erupsi malam ini. Tinggi asap letusan mencapai 2 ribu meter dengan awan panas 500 meter.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan erupsi terjadi pada pukul 20.24 WIB, Minggu (17/11/2013). Tampak awan panas 500 meter ke arah tenggara.

"Tinggi kolom asap letusan 2 ribu meter. Pada pukul 20.45 WIB, erupsi masih berlangsung," kata dia.

Hingga malam ini, jumlah pengungsi bertambah menjadi 6.155 jiwa yang tersebar di 16 titik pengungsian. Di antaranya Desa Mardinding, Desa Sukameriah, Masjid Payung, Desa Bekerah dan Desa Simacem.

"Hal menonjol adalah terjadi penambahan jumlah pengungsi, desa yang tidak direkomendasi PVMBG ikut mengungsi karena alasan takut," ujar Sutopo.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(fdn/kff)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%