detikcom

Jumat, 15/11/2013 16:16 WIB

Ahok: Anak SMA yang Bajak Bus Bisa Jadi Bajingan Bila Tak Dididik

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok menilai siswa SMA 46 yang membajak bus harus didik. Bila mereka tak mendapatkan pendidikan, mereka malah bisa berubah menjadi bajingan.

"Kalau Anda tidak mau diperbaiki Anda akan jadi bajingan, dia harus dididik. Saya kan cuma bilang itu bisa jadi bajingan kalau tidak dididik karena sudah bajak bus. Kalau kenakalan 1-2 orang berantem masih wajar. Ini kan rombongan mau pukul orang membajak bus. Itu sudah ada bibit bajingan namanya," kata Ahok di balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Ahok menyatakan kesetujuannya atas sanksi yang diberikan sekolah. Namun siswa-siswa itu tetap harus bersekolah di tempat yang lain.

"Anda jangan manjakan mereka. Kasihan dong, anak-anak orang yang sekolah baik-baik tapi jadi korban. Jadi kalau bela itu, bela yang betul. Orang masih nggak ngerti matematik. Kalau saya harus bela 10 orang, 1 mati 9 hidup, saya pilih 9 hidup. Kalau harus pilih salah satu, saya korbankan 1, yang nakal. Karena sekolah kita terbatas," jelasnya.

Menurut Ahok juga, sekolah juga punya peraturan, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Tapi tidak setiap anak mau memakai haknya. Karena ada hak anak lain yang tidak dipenuhi.

"Coba bayangkan, di sekolah ada anak yang nakal tapi tidak dihukum, Anda protes nggak sebagai orang tua kepada saya? Di situlah gunanya pemeirintah dan sekolah itu ada aturan. Kalau itu namanya membiarkan anak baik-anak akan terhanggu. Semua akan merasa kalau berantem mukul orang dan bajak bus itu tidak salah. Ya semua orang jadi nakal dong," urainya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bil/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%