detikcom

Jumat, 15/11/2013 09:03 WIB

Ini Pintu Perlintasan Kereta Api Paling Horor di Jakarta

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pintu perlintasan kereta api bisa menjadi tempat paling berbahaya bagi para pengendara. Bila asal terobos dan saat itu kereta melintas, alamat bisa terjadi kecelakaan yang mungkin akan menelan korban jiwa.

Nah, di Jakarta ini ada beberapa tempat perlintasan paling berbahaya, salah satunya tak jauh dari Stasiun Pasar Minggu, Jaksel. Kenapa berbahaya?

Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (15/11/2013) pukul 08.10 WIB, perlintasan di dekat Stasiun Pasar Minggu itu memang padat dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas. Belum lagi gerobak sayur dan pedagang ikut lewat.

Sudah ada palang dari kayu yang menutup bila kereta akan melintas. Belum lagi sirine meraung-raung. Tapi tetap saja, mungkin karena ketiadaan petugas, para pengendara bandel. Mereka tetap nekat melintas.

Tambah lagi kondisi di perlintasan macet. Kadang ada kendaraan atau gerobak yang tertahan. Tak heran kalau kereta dari arah Depok menuju Jakarta sedikit melambatkan lajunya. Bahkan pagi tadi karena beberapa motor masih terjebak macet persis di perlintasan, kereta sampai berhenti.

Sang masinis terlihat menunggu pengendara motor melepaskan diri dari jebakan macet. Pemotor itu terjebak macet persis di rel. Tak sampai 5 menit, kereta kembali bergerak perlahan. Kala itu pemotor sudah melintas.

Di lokasi perlintasan itu memang rawan kecelakaan. Kondisi lalu lintas semrawut dengan ketiadaan petugas lalu lintas yang mengatur menambah ruwet.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ndr/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
72%
Kontra
28%