Detik.com News
Detik.com
Selasa, 12/11/2013 22:51 WIB

Setelah 2 Kasus Korupsi, Pasal Pencucian Uang Menunggu Wawan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Setelah 2 Kasus Korupsi, Pasal Pencucian Uang Menunggu Wawan
Jakarta - Adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chairi Wardhana alias Wawan kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Alkes Tangerang Selatan. Wawan kini juga terancam akan dikenai pasal pencucian uang.

"Kita lihat nanti perkembangan pemeriksaannya dan berbagai fakta yang didapat dari proses penyidikan untuk menetapkan TPPU ke TCW," ujar wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto saat dihubungi, Selasa (12/11/2013).

Seperti diketahui, untuk mengenakan pasal pencucian uang, seseorang sudah harus terjerat tindak pidana pokok terlebih dahulu. Kini Wawan telah terjerat dalam dua kasus sekaligus, yakni kasus suap pengurusan Pilkada Lebak dan kasus korupsi pengadaan Alkes Tangerang Selatan.

Untuk kasus korupsi pengadaan Alkes Tangsel, Wawan disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara.

Jika dikenai pasal pencucian uang, harta Wawan yang melimpah terancam akan disita KPK. Harta Wawan sendiri ditaksir lebih dari Rp 111 miliar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(kha/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%