Senin, 11/11/2013 15:25 WIB

Bhatoegana Bilang Pejabat Korup Istrinya Banyak, PKS Murka

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sutan Bhatoegana
Jakarta - Politikus PD Sutan Bhatoegana menyampaikan indikator pejabat korup adalah memiliki istri banyak. PKS tak terima dengan indikasi tersebut.

"Jangan suka melecehkan syariat. Jangan menjadikan syariat Allah bahan ledek-ledekan!" kata anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, kepada detikcom, Senin (11/11/2013).

Refrizal langsung mengingatkan mitranya di DPR itu agar tidak menyudutkan pihak tertentu. "Boleh kita tidak suka, tapi Allah menyukainya," katanya.

Menurut Refrizal, korupsi itu tergantung orangnya. Orang yang korup tak ada korelasi dengan jumlah istrinya.

"Uang bagaikan fatamorgana, nggak ada cukup-cukupnya," tandasnya.

Pejabat yang terjerat kasus korupsi tidak jarang ternyata memiliki istri lebih dari satu. Contohnya adalah mantan Kakorlantas yang terjerat korupsi simulator SIM Djoko Susilo memiliki tiga istri. Pejabat Bea dan Cukai Heru Sulastyono yang menjadi tersangka kasus suap polis asuransi juga beristri dua.

"Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi," ujar Ketua DPP PD Sutan Bhatoegana di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%