detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 11/11/2013 15:25 WIB

Bhatoegana Bilang Pejabat Korup Istrinya Banyak, PKS Murka

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sutan Bhatoegana
Jakarta - Politikus PD Sutan Bhatoegana menyampaikan indikator pejabat korup adalah memiliki istri banyak. PKS tak terima dengan indikasi tersebut.

"Jangan suka melecehkan syariat. Jangan menjadikan syariat Allah bahan ledek-ledekan!" kata anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, kepada detikcom, Senin (11/11/2013).

Refrizal langsung mengingatkan mitranya di DPR itu agar tidak menyudutkan pihak tertentu. "Boleh kita tidak suka, tapi Allah menyukainya," katanya.

Menurut Refrizal, korupsi itu tergantung orangnya. Orang yang korup tak ada korelasi dengan jumlah istrinya.

"Uang bagaikan fatamorgana, nggak ada cukup-cukupnya," tandasnya.

Pejabat yang terjerat kasus korupsi tidak jarang ternyata memiliki istri lebih dari satu. Contohnya adalah mantan Kakorlantas yang terjerat korupsi simulator SIM Djoko Susilo memiliki tiga istri. Pejabat Bea dan Cukai Heru Sulastyono yang menjadi tersangka kasus suap polis asuransi juga beristri dua.

"Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi," ujar Ketua DPP PD Sutan Bhatoegana di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%