Rabu, 06/11/2013 14:58 WIB

Ridwan Kamil Segera Perwalkan Pakai Iket Setiap Rabu

Avitia Nurmatari - detikNews
Ridwan Kamil mengenakan Iket
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui hari pertama imbauan memakai iket sunda ini masih banyak PNS yang belum memakainya. Dalam waktu dekat, Pemkot akan membuat Perwal tentang pemakaian iket setiap hari Rabu.

"Ini baru latihan, pakai iket tiap hari Rabu. Harapannya, minimal dari PNS dan pelajar menggunakan iket, sebagai apresiasi terhadap budaya sunda. Kalau PNS dan pelajar pakai iket kan keren, menunjukan eksistensi," terangnya di Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kancana, Rabu (6/11/2013).

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Pemkot Bandung sedang mengkaji untuk persiapan Perwal penggunaan iket ini. Salah satunya pengkajian tentang model iket mana yang akan disepakati.

"Karena ada sekitar 20 cara pakai iket. Kita sepakati mana yang mau dipakai untuk Pemkot," ucapnya.

Sementara hari ini, Emil sendiri memakai iket baduy dengan model iket Makutawangsa yang dihiasi bros Kujang. "Ini katanya artinya wibawa," ujar Emil menjelaskan makna iketnya.

Ditemui terpisah, Kabag Organisasi Pendayagunaan Aparatur Daerah (Orpad) Kota Bandung Dedi Sophandi mengatakan saat ini Pemkot masih berkonsultasi dan mensinergikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena ada Permendagri nomor 53, yang menjelaskan tentang perintah menggunnakan bahasa dan pakaian daerah di lingkungan pemerintah daerah.

"Rabu ini kan sudah ada perda tentang menggunakan Bahasa Sunda. Untuk Perwal itu awal Desember mudah-mudahan segera disahkan. Jadi Perwal bisa meniru keseluruhan Permendagri atau mengadopsi potensi lokal yang ada," jelasnya.

Dalam Perwal tersebut nantinya akan dibuat alternatif bagi keperluan pakaian dinas harian tertentu seperti untuk Dinas Kebakaran, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

"Nanti akan ada bentuk normatif juga, dari pola, motif, dan cara pakai kain. Termasuk bedanya warna Iket antara eselon 2-3 dan staf," kata Dedi sambil menyebut Pemkot tidak akan mengadakan iket secara gratis karena tidak ada landasan hukumnya.
"Happiness is not something readymade. It comes from your own actions." - Dalai Lama



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%