detikcom
Senin, 28/10/2013 23:16 WIB

Garuda: Delay Karena Pilot Minta Kepastian Cuaca Terkait Gunung Sinabung

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Staf Garuda yang diduga ditampar Azlaini Agus (foto:ist)
Pekanbaru, - Komisioner Ombudsman Azlaini Agus cekcok dengan petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena keberangkatan ke Bandara Kuala Namu, Sumut, ditunda. Pihak maskapai Garuda menegaskan penundaan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

"Dia (Azlaini) memang pelanggan kita. Tapi kita juga menyesalkan tindakannya yang main tampar hanya karena keterlambatan. Karena saat itu pilot lagi minta kejelasan cuaca di Sumut terkait aktifnya Gunung Sinabung," kata Kepala Stasiun Garuda Pekanbaru, Irawan kepada detikcom, Senin (28/10/2013).

Dikonfirmasi terpisah, Azlaini membantah melakukan penamparan kepada staf Garuda bernama Yana Novia. Dia mengaku memarahi petugas karena ketidakjelasan penundaan keberangkatan yang seharusnya pukul 07.45 WIB pagi tadi.

"Tidak ada saya menampar, saya cuma membentak karena kesal, tidak ada jawaban yang pasti, kenapa pesawat mengalami keterlambatan. Dan setelah saya bentak, wanita itu pergi, tidak ada saya menampar," katanya.

Meski dibantah, korban penamparan tetap meneruskan kasus ini ke jalur hukum. Setelah menjalani visum di rumah sakit, Yana yang mengantongi foto guratan bekas tamparan ini, melaporkan kejadian yang dialami ke Mapolsek Bukit Raya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%