Detik.com News
Detik.com
Selasa, 22/10/2013 16:44 WIB

Ratusan Ribu Kosmetik Palsu dan Berbahaya Ditemukan di Pasar Asemka

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Balai Besar POM Jakarta menggeledah empat gudang di gedung lama Pasar Asemka, Jakarta Pusat. Di dalam operasi ini ditemukan ribuan dus berisi kosmetik palsu, ilegal dan berbahaya bagi kesehatan.

"Jumlahnya ada ratusan ribu item, ada ribuan dus. Ada krim pemutih, sabun dan macam-macam," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta Sri Utami Ekaningtyas kepada wartawan di Gedung Lama Asemka, Jakarta Barat, Selasa (22/10/2013).

Seluruh barang temuan tersimpan dalam 4 gudang di lantai empat milik tersangka CB. Penggeledahan ini dilakukan setelah dilakukan penyelidikan selama 3 bulan.

"Sudah kami lidik 3 bulan. Informasi dari daerah-daerah yang kulakan di sini," lanjutnya.

Kosmetik-kosmetik ini diduga telah dipasarkan ke seluruh di daerah Indonesia. Belum bisa dirilis kisaran nilai barang-barang temuan ini, namun diperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Bisa sampai (miliaran)," kata Sri.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%