Detik.com News
Detik.com

Selasa, 22/10/2013 13:36 WIB

PD Usik Jokowi

Nurhayati: Saya Tak Berniat Menjatuhkan Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Nurhayati: Saya Tak Berniat Menjatuhkan Jokowi
Jakarta - Sikap keras Wakil Ketua Umum PD Nurhayati Ali Assegaf mengkritik Gubernur DKI Joko Widodo menuai kritik masyarakat. Namun demikian, Nurhayati mengaku tak bermaksud menjegal Jokowi, sapaan Joko.

"Tapi tidak ada niat menjatuhkan Gubernur DKI. Saya hanya berharap Pak Jokowi bisa menepati janjinya di masa kampanye," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Dirinya memang melontarkan kritiknya terhadap Jokowi lewat permasalahan kebakaran dan mobil murah. Nurhayati mengaku legowo menerima segala hujatan akibat kritik pedasnya terhadap Jokowi.

"Apa yang saya katakan itu adalah yang sebenarnya. Saya bukan fitnah. Kalau tidak bisa diterima, itu risiko. Tapi yang saya lakukan adalah untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%