Selasa, 22/10/2013 11:46 WIB

Siswa-Siswi SMP Pemeran Video Seks di Kelas Bukan Murid yang Bermasalah

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Dua siswa dan siswi SMP di Jakarta Pusat pemeran video adegan seks di kelas bukanlah murid yang bersalah. Mereka siswa biasa yang tak pernah bermasalah di sekolah tersebut.

"Menurut informasi guru-guru kesehariannya biasa-biasa saja, tidak ada catatan khusus mengenai mereka. Karena itu banyak yang kaget," kata Kasie Manajemen SMP-SMA Disdik DKI Jakarta, Tadjuddin Nur, kepada detikcom, Selasa (22/10/2013).

Saat ditanya mengenai lima siswi lainnya yang terlibat dalam pembuatan video tersebut, Tadjuddin menyatakan hal itu masih didalami. "Untuk yang lain masih didalami bagaimana perilaku mereka di sekolah," katanya.

Tadjuddin mengatakan orangtua siswa yang menjadi pemeran video itu sudah ke sekolah untuk mengurus surat pindah. Namun untuk yang siswi belum pernah datang ke sekolah.

"Siswi yang perempuan sudah dipanggil tapi tidak datang, kita juga sudah cek ke rumahnya namun tidak ada juga," katanya.

Saat ditanya mengenai pembuatan video yang sudah dilakukan tiga kali, Tadjuddin mengatakan hal ini masih didalami. Namun menurutnya pengamanan di sekolah itu sudah cukup baik.

"Di sekolah itu ada CCTV dan juga ada gerbang yang bisa dikunci di setiap lantai," katanya.

Pembuatan video itu terjadi pada saat guru dan siswa sedang melakukan salat Jumat sehingga ruangan kosong. "Gerbangnya memang belum dikunci karena waktu itu masih Jumatan," katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan perekaman video seks ini sudah tiga kali dibuat yaitu pada tanggal 23 September, 25 September 2013 dan 9 Oktober. Pembuatan video ini dilakukan oleh kelompok yang sama dan pemeran yang sama.

"Memang mereka bersama-sama membuat rencana setelah sekolah bubar dan murid-murid lainnya pulang mereka tetap tinggal di tempat dan mencari kelas-kelas yang kosong dan itu sudah dilakukan tiga kali dalam kurun waktu yang berbeda," katanya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%