Senin, 21/10/2013 17:01 WIB

Siswi SMP di Jakpus Ternyata Sudah 3 Kali Merekam Adegan Seks Temannya

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Video mesum yang direkam siswi-siswi dalam ruang kelas di sebuah SMP di Jakarta Pusat ternyata tidak hanya sekali itu dibuat. Para siswi ini ternyata sudah 3 kali melakukan hal serupa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, video mesum itu direkam secara berkelompok oleh para siswi usai jam pelajaran berakhir.

"Mereka bersama-sama membuat rencana setelah sekolah bubar, murid-muridnya pulang sehingga cari kelas yang kosong, dan itu sudah 3 kali dan terakhir itu tanggal 9 Oktober itu dengan kelompok yang sama," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2013).

Sementara belum diketahui motif para siswa merekam adegan porno tersebut. Dari 10 siswa yang diperiksa, polisi sudah mengetahui siapa yang merekamnya. "Baru disebarkan di antara mereka saja," imbuh Rikwanto.

Polres Jakarta Pusat telah memeriksa 12 orang terkait rekaman video mesum seorang siswa dan siswi SMP tersebut. Saksi yang diperiksa yakni penjaga sekolah, guru BP dan 10 siswa yang merekam dan menonton perbuatan mesum tersebut. Dari pemeriksaan tersebut disimpulkan tidak ada paksaan atau pelecehan seksual dalam perekaman video tersebut.

Kasus ini mencuat setelah salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat membuat laporan di Polres Jakarta Pusat pada Minggu (13/10) lalu. Siswi kelas IX itu mengaku dipaksa oleh salah orang temannya untuk melakukan seks oral kepada adik kelasnya yang masih duduk di kelas VIII.

Adegan tersebut disaksikan dan direkam video oleh 5 orang perempuan lain yang juga merupakan teman seangkatan korban. Korban bahkan diancam dengan menggunakan senjata tajam jika menolak permintaan teman-temannya tersebut.

(mei/nal)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%