Minggu, 20/10/2013 12:56 WIB

4 Fakta Kasus Siswi SMP yang Dipaksa 5 Rekannya Beradegan Seks di Kelas

Nala Edwin - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 5 Berita Lainnya »
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Korban Pelecehan Seksual Memilih untuk Pindah Sekolah

Dua orang korban pelecehan seksual di SMP yang ada di Jakarta Pusat memilih untuk pidah sekolah. Video pelecehan sisi kelas IX dan siswa kelas VIII ini beredar di kalangan siswa di sekolah tersebut.

"Yang perempuan kelihatannya akan pindah sekolah. Nampaknya yang bersangkutan penuh kesadaran dan pertimbangan untuk sekolah di tempat lain," kata Kasie Manajemen SMP-SMA Disdik DKI Jakarta, Tadjuddin Nur dalam jumpa pers di SMP tersebut, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).

Sementara itu, siswa SMP kelas VIII yang ikut menjadi korban pelecehan tersebut juga memilih untuk pindah dari sekolah tersebut. "Bahwa anak yang melakukan ini yang laki-laki kelas VIII sudah minta dengan kesadaran sendiri untuk pindah sekolah. Kelihatannya akan pindah di salah satu pesantren," katanya.

Kasus pelecehan seksual di ruang kelas salah satu SMP di Jakarta Pusat masih terus diselidiki. Pihak sekolah mengakui video adegan pelecehan seksual itu telah beredar di handphone milik para siswa.

"Video itu telah tersebar di HP anak-anak yang lain," ujar Kepala Sekolah SMP tempat pelecehan itu terjadi di Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%