detikcom
Minggu, 20/10/2013 11:14 WIB

Otak Penyekapan Pengusaha Asal Yogyakarta Diburu Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih memburu otak pelaku penculikan dan penyekapan Endro Atmoko (54), pengusaha asal Yogyakarta yang disekap selama 6 hari di daerah Bekasi.

"Dua pelaku yang tertangkap mengaku disuruh oleh BT yang masih kita cari," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Minggu (20/10/2013).

Selain memburu BT, polisi juga tengah mengejar 2 pelaku lainnya yang ikut menculik korban di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada tanggal 14 Oktober 2013 lalu.

Penculikan dan penyekapan korban ini dilatarbelakangi masalah utang-piutang. Korban meminjam uang sebesar Rp 4,9 miliar kepada BT sebagai dana tim sukses calon bupati di daerah Jawa Tengah.

Calon bupati tersebut menjanjikan akan memberikan 7 persen dari anggaran melalui proyek-proyek di Pemkab.

"Namun setelah terpilih, janji tersebut tidak terealisasi dari 2010 sampai sekarang," ucap Herry.

BT kemudian menyuruh tersangka BD Cs untuk menculik korban. Korban kemudian diajak bertemu oleh Budi di Terminal Lebak Bulus. Setelah tiba di sana tanggal 14 Oktober, korban kemudian dibawa ke dalam mobil Toyota Altis yang sudah dipersiapkan para pelaku.

Korban ditodong senjata api mainan lalu diborgol dan matanya ditutup lakban. Korban kemudian dibawa ke rumah salah satu pelaku di kawasan Kampung Keranggan Lembur, Bekasi.

Di situ korban dianiaya. Korban akan dibebaskan bila sudah melunasi utang-utang tersebut. Korban baru bebas setelah polisi menggerebek rumah tersangka di Bekasi. Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari keluarga soal penculikan korban.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%