Detik.com News
Detik.com
Jumat, 18/10/2013 20:22 WIB

Jokowi: 2014 Jakarta Bebas Topeng Monyet

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: 2014 Jakarta Bebas Topeng Monyet
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ternyata peduli tentang nasib monyet yang dijadikan sebagai topeng monyet. Jokowi menegaskan, di tahun 2014 mendatang, Jakarta bebas dari Topeng Monyet.

Jokowi mengatakan, monyet tidak boleh dijadikan sebagai 'pekerja', apalagi dipaksa untuk melakukan atraksi dibawah perintah si pawang.

"Itu sudah menjadi isu internasional. Kasian monyetnya," ujar Jokowi saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2013).

Pemprov DKI saat ini tengah mendata jumlah pelaku atraksi topeng monyet di Jakarta. Nantinya seluruh monyet-monyet tersebut dibeli dan akan dilepaskan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

"Benar. Topeng monyet dibeli semua. Dilepas di Ragunan sana. 1 hektar untuk tampung bintang liar. Sudah cek harganya berapa dan jumlahnya," jelas Jokowi.

Sementara itu, untuk pawang monyetnya, Pemprov DKI telah menyiapkan pembinaan khusus.

"Sudah disiapkan pembinaan untuk pawangnya," tuturnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%