detikcom

Jumat, 18/10/2013 17:14 WIB

Video Pelecehan Seksual Siswi SMP di Jakpus Beredar di Kalangan Siswa

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Kasus pelecehan seksual di ruang kelas salah satu SMP di Jakarta Pusat masih terus diselidiki. Pihak sekolah mengakui video adegan pelecehan seksual itu telah beredar di handphone milik para siswa.

"Video itu telah tersebar di HP anak-anak yang lain," ujar Kepala Sekolah SMP tempat pelecehan itu terjadi di Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).

Namun pihaknya belum menyebutkan langkah apa yang akan dilakukan terkait video yang telah tersebar itu. Ia mengaku kaget karena peristiwa itu terjadi hanya berselang 2 hari sejak dirinya dilantik sebagai kepala sekolah di SMP tersebut.

"Saya baru menjabat di sini tanggal 25 September, sementara kejadian tanggal 27 September," katanya.

Sementara itu, Kasie Manajemen SMP-SMA Disdik DKI Jakarta, Tadjuddin Nur menyesalkan hal itu. Saat ini jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama pihak sekolah tengah merumuskan langkah-langkah untuk mengantisipasi terulangnya pelecehan seksual ini.

"Kejadian ini memang baru saja terjadi. Dan kita berharap ini merupakan yang pertama dan terakhir," kata Tadjuddin.

Disdik DKI Jakarta meminta agar semua pihak di sekolah melakuan kegiatan belajar mengajar dengan kondusif. "Anak-anak masih jauh masa depannya. Mari sama-sama kita lakukan pemahaman kepada anak-anak kita agar bagaimana anak ini dan sekolah mengubah perilaku yang tidak baik menjadi baik," tandasnya.

Menurut laporan korban di Mapolres Jakarta Pusat, siswi tersebut dipaksa oleh salah orang temannya untuk melakukan seks oral dan hubungan intim kepada adik kelasnya. Adegan tersebut disaksikan dan direkam video oleh 5 orang perempuan lain yang juga merupakan teman seangkatan korban.

Korban bahkan diancam dengan menggunakan senjata tajam jika menolak permintaan keenam temannya tersebut. Merasa terancam, korban terpaksa menuruti kemauan bejat teman-temannya itu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(kff/nal)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%