Detik.com News
Detik.com
Jumat, 18/10/2013 12:16 WIB

Hari ke-368 Jokowi

Jokowi Tinjau Pelayanan KJS di RSUD Pasar Rebo

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Tinjau Pelayanan KJS di RSUD Pasar Rebo Ilustrasi
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan kunjungan ke RSUD Pasar Rebo. Jokowi mengecek langsung pelayanan terhadap pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) di RS tersebut.

"Ya, kita lihat pelayanan di sini," kata Jokowi di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013).

Setelah meninjau, Jokowi mengatakan tidak ada peserta KJS yang mengeluhkan pelayanan di RSUD tersebut. Bahkan jumlah pasiennya jauh menurun dibanding awal-awal penerbitan KJS.

"Ya kira-kira 95 persen mengatakan tidak ada masalah. 100 persen tidak bayar. Turun, kira-kira hampir 200 sampai 300 pasien. Ya saya kira tanya pasien enggak ada masalah berarti normal dong. Klaim pembayaran juga tidak ada masalah," jelas Jokowi.

Pihak Pemprov DKI saat ini juga tengah melakukan pembenahan terhadap RSUD Pasar Rebo. Kini RSUD Pasar Rebo sedang melakukan renovasi dengan menambahkan 76 tempat tidur untuk kelas III.

"Ini kan dibangun 76 tempat tidur itu kelas tiga, ruang operasi diganti ruang inap. Kekurangan-kekurangan di lapangan selalu saya mintakan untuk diselesaikan," terangnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(jor/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%