Detik.com News
Detik.com
Kamis, 17/10/2013 23:36 WIB

Rumah Hany Dibobol Perampok, Honda Jazz Dibawa Kabur

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Kawanan perampok kembali beraksi di rumah yang ditinggal pemiliknya, Hany (56) di Jalan Buni 15 RT 8/2, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Kawanan perampok berhasil menggasak perhiasan, uang serta sebuah mobil milik korban.

Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Sigit mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (17/10/2013) sekitar pukul 11.00 WIB. "Pada waktu kejadian, rumah milik Hany ini sedang tidak berpenghuni atau kosong," kata Sigit kepada wartawan, Kamis (17/10/2013).

Sigit mengatakan, diduga dalam melakukan aksinya para kawanan perampok yang tidak diketahui jumlahnya ini masuk ke dalam rumah dengan memotong gembok dengan las lalu mencongkel pintu rumah.

"Di dalam rumah pelaku mengambil 2 laptop dan berbagai perhiasan emas, serta uang Rp 1 juta. Tidak hanya itu pelaku juga membawa mobil Honda Jazz dengan nopol B 8062 EM warna hitam termasuk STNK mobil yang saat itu berada di dalam kamar," ujar Sigit.

Hingga kini kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus perampokan ini. Beberapa saksi mata di dekat lokasi juga masih menjalani pemeriksaan kepolisian dan polisi masih melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%