detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 17/10/2013 13:59 WIB

Fit and Proper Test Calon Kapolri

Ini 12 Program Prioritas Sutarman Jika Menjadi Kapolri

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Komjen Pol Sutarman menjalani uji kelayakan untuk menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo. Dirinya memaparkan 12 Program Prioritas untuk dijalankan jika menjadi Kapolri nanti.

Berikut adalah paparan program mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid itu di depan Anggota Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2013):

1. Pengamanan pemilu yang diwujudkan melalui pemantapan situasi kamtibmas yang kondusif dan menjamin netralitas anggota Polri.
2. Peningkatan pengungkapan kasus korupsi dan kasus prioritas secara terkoordinasi dengan KPK dan Kejaksaan.
3. Peningkatan penanggulangan terorisme serta pengembangan program deradikalisasi dan reedukasi yang terkoordinasi, terutama mengungkap kasus penembakan anggota Polri.
4. Penguatan integritas seluruh personel Polri dalam menjalankan Tupoksi, peran secara transparan dan akuntabel melalui pembangunan zona integritas pada sektor pelayanan publik, penegakan hukum, dan pengelolaan anggaran dalam rangka mencegah praktik KKN.
5. Penguatan Harkamtibmas dengan early detection system dan early warning untuk menjangkau seluruh sendi kehidupan masyaeakar dengan mengedepankan fungsi intelijen dan penguatan program Babinkamtibmas: satu polisi satu desa. Serta mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas.
6. Meningkatkan pengungkapkan kasus-kasus menonjol yang meresahkan masyarakat meliputi kejahatan konvensional, transnasional, dan kejahatan yang merugikan kekayaan negara.
7. Penguatan kerjasama kementerian/lmbaga, criminal justice systmn (kejaksaan, pengadilan, lapas) serta komponen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif terutama diarahkan pada Pemilu 2014 dan penanganan konflik sosial.
8. Mengembangkan sistem pembinaan personel melalui rekruitmen dan pembinaan karier bebas KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme), transparan, akuntabel, humanis, untuk menghasilkan pimpinan yang berintegritas di semua strata.
9. Meningkatkan profesionalisme yang meliputi diklat di bidang Harkamtibmas, penegakkan hukum, dan pelayanan masyarakat
10. Peningkatan akseptabilitas pelayanan publik kepada masyarakat yang didukung penguatan bidang kehumasan sebagai implementasi keterbukaan informasi publik guna mewujudkan kepercayaan masyarakat.
11. Penguatan sistem pengawasan yang efektif untuk mewujudkan pelayanan Polri yang bebas dari KKN.
12. Penguatan istitusi dalam rangka merealisasikan visi dan misi Polri pada Grandstra Polri 2005-2025, menyelesaikan rencana strategis 2000-2024, serta menyiapkan landasan rencana strategis 2015 2019 dan Grandstra tahap III (2015-2025) melalui percepatan program RBP, Quick Wins, dan Penguatan Perundang-undangan terkait Polri.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(dnu/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%