detikcom

Rabu, 16/10/2013 19:42 WIB

Hari ke-366 Jokowi

Jokowi 'Kejar Tayang' Sediakan Transportasi Umum yang Layak

Mulya Nurbilkis - detikNews
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku akan ngebut membangun sarana transportasi umum yang nyaman untuk warga Jakarta. Sebagai langkah awal adalah pembangunan MRT dan monorel yang bertujuan jangka panjang.

"Saya memang sedang ngejar tayang untuk transportasi ini. Monorel ini bisa menyelesaikan permasalahan trasnportasi di Jakarta. Sayangnya orang hanya melihat itu sebagai bagian terpisah dan parsial," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2013).

Dia mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan monorel dan MRT yang dicanangkannya bulan ini sebagai solusi kemacetan Jakarta untuk jangka panjang. Warga luar Jakarta yang beraktivitas di ibukota pun akan terbantu jika semua moda transportasi sudah terintegrasi.

"Nanti itu (warga) diumpan dari Bekasi diputar lagi di dalam kota dengan MRT nanti dari situ dibawa lagi ke Tangerang. Jadi jangan berpikirg hanya ini saja. Ini bukan hanya untuk Jakarta tapi Jabotabek," lanjut mantan Walikota Solo ini.

Ia menilai warga Jakarta dan provinsi di sekitarnya akan sangat diuntungkan saat semua moda sudah terintegrasi. Monorail, transjakarta, KRL, MRT memang nantinya akan diintegrasikan untuk memudahkan mobilitas warga Jakarta. Perlahan, jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta tiap paginya akan berkurang.

"Nanti yang menjadi perantara di dalam kota ya dari bus-bus sedang," pungkasnya.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bil/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
73%
Kontra
27%