detikcom
Senin, 14/10/2013 07:37 WIB

Cenat-cenut Atut

Ratu Atut Cenat-cenut

PASTI LIBERTI MAPPAPA - detikNews
Jakarta - “Kalau komandan bilang ke Jakarta ya ke Jakarta, geruduk ya geruduk, bacok ya bacok!” kata Dedi. Dia satu dari para jawara yang berkumpul di gedung Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia, yang didirikan Chasan Sochib, ayah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Sudah sepekan terakhir ini para jawara bersiaga di markas komando di Jalan Ahmad Yani, Serang. Dedi mengatakan mereka menanti komando buat menyikapi penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi atas Atut dan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. “Kalau Gubernur diutak-atik, kami utak-atik mereka juga,” ujarnya dalam fokus majalah detik edisi 98.

Semenjak KPK menangkap Wawan dan mencegah Atut ke luar negeri, baik pihak yang mendukung maupun yang berseberangan dengan dinasti Atut mulai bergerak. Demo mahasiswa menuntut Atut mundur pun makin marak di Banten.

Senin pekan lalu, beberapa organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Jaringan Warga untuk Reformasi Banten alias Jawara Banten membawa data dugaan korupsi dinasti Atut ke KPK. Sedangkan para jawara dari perguruan silat mendatangi makam panglima perang Banten, Maulana Yusuf, di Serang.

***

Tulisan selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 98, 14 Oktober 2013). Edisi ini mengupas tuntas Gubernur Banten Ratu Atut dengan tema Cenat-cenut Atut. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘Galau Buah Putusan Akil, Internasional Adu Otot di Capitol’, Ekonomi ‘Sawit Indonesia Dihadang Amerika’, Wisata Jalan Panjang ke Wae Rebo’, rubrik Seni Hiburan dan review Film Prisoners’, WKWKWK ‘Jasa Voorijder ke Hajar Aswad’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download diwww.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%