Detik.com News
Detik.com

Minggu, 13/10/2013 13:16 WIB

Tragedi Berdarah di Kalibata City

IPW: Gatot Pernah Audit Proyek Polri, Jangan Sampai Pengaruhi Kasus Holly

Rachmadin Ismail - detikNews
IPW: Gatot Pernah Audit Proyek Polri, Jangan Sampai Pengaruhi Kasus Holly
Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) meminta kepolisian tidak takut mengusut dugaan keterlibatan auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Gatot Supiartono dalam pembunuhan Holly Angela. Meski Gatot pernah jadi auditor di proyek Polri, penyidikan harus tetap profesional.

Dugaan keterlibatan Gatot sudah diendus oleh Polda Metro Jaya. Sejumlah keterangan dan bukti mengarah pada pria yang pernah mengaudit proyek simulator SIM dan proyek lain tersebut. Namun hingga kini, polisi belum menetapkan status apa pun, meski sudah dicegah ke luar negeri. Dalam waktu dekat, Gatot akan diperiksa.

Menurut ketua presidium IPW, Neta S Pane, kecepatan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi. Namun dia juga mengingatkan, polisi jangan sampai diintervensi oleh siapa pun. Terlebih lagi, dari kalangan internal sendiri.

"Dari penelusuran IPW, Gatot adalah auditor senior BPK, yang selama ini bertugas menjadi auditor BPK di lingkungan Polri. Banyak proyek-proyek besar dan anggaran dalam jumlah besar di Polri yang diaudit Gatot," kata Neta dalam rilis kepada detikcom, Minggu (13/10/2013).

"Meski demikian Polda Metro jangan terpengaruh dan jangan mau diintervensi pihak mana pun dalam mengungkap kasus pembunuhan Holly," sambungnya.

Karena itu, Neta meminta polisi bersikap tegas terhadap para pelaku. Baik yang sudah tertangkap, maupun yang masih buron. Aktor intelektual dalam kasus sadis ini juga jangan sampai lolos.

Terakhir, Neta berharap agar BPK segera menonaktifkan Gatot dari pemeriksaan proyek di lingkungan Polri. Bila ini dilakukan, maka proses penyidikan polisi bisa lebih mudah.

"Sehingga proses penanganan kasus pembunuhan Holly tidak akan seperti penanganan kasus pembunuhan Sisca Yofie di Bandung, yang hingga kini BAP-nya masih bolak balik antara polisi dan kejaksaan," tegasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%