detikcom
Jumat, 11/10/2013 20:15 WIB

Polisi Benarkan G yang Dipanggil dalam Kasus Holly adalah Gatot Supiartono

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto, membenarkan bahwa pihaknya memanggil Gatot Supiartono, pejabat esolon I BPK. Pemanggilan ini terkait dengan kasus pembunuhan Holly Angela Ayu.

"Iya (Gatot Supiartono)," ucap Slamet mengiyakan saat ditanya wartawan apakah inisial G yang dipanggil polisi itu Gatot Supiartono atau bukan.

Hal itu diucapkan Slamet kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Slamet menjelaskan, pihaknya memanggil Gatot untuk diperiksa karena namanya disebut-sebut oleh salah seorang tersangka bernama Surya Hakim. Namun, Slamet tidak menjabarkan, dalam konteks apa Surya itu menyebut nama Gatot terkait pembunuhan wanita bernama asli Niken Hayu Winanti itu.

"S bilang dia kenal Gatot," ujar Slamet.

Namun, Slamet belum memastikan apakah Gatot terlibat dalam pembunuhan Holly itu atau tidak. "Ya kita lihat hasil pemeriksaan nanti," imbuhnya.

Gatot disebut-sebut sebagai suami Holly. Kabar ini dibenarkan oleh keluarga Holly di Salatiga yang menyebutkan bahwa Holly bersuamikan Gatot.

Bahkan, dari hasil olah TKP di kamar di mana Holly dibunuh, polisi menemukan sejumlah foto-foto kebersamaan Gatot dan Holly. Termasuk foto pernikahan Holly dan Gatot.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/sip)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%