detikcom
Jumat, 11/10/2013 18:41 WIB

Royal Wedding Keraton Yogya

12 Kereta Pusaka Dikeluarkan untuk Uji Coba Rute Kirab Pengantin

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai mempersiapkan pernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro. Salah satunya mencoba rute kirab pengantin dari Keraton menuju Kepatihan.

Hari ini, kraton mulai mempersiapkan prosesi kirab menuju tempat resepsi di Bangsal Kepatihan kompleks Kantor Gubernur DIY di Jl Malioboro, Jumat (11/10/2013) sore. Sebanyak 12 kereta milik keraton di Museum Kereta di Jl Rotowijayan dikeluarkan untuk mencoba rute kirab sejauh lebih kurang 2 km.

Sri Sultan bersama GKR Hemas akan menaiki kereta Kyai Wimonoputro yang ditarik sekitar 8 ekor kuda. Kereta Kyai Wimoniputro adalah kereta buatan Inggris abad 19 yang dulu dipakai putra mahkota. Sedangkan Adipati, Sri Paduka Paku Alam IX, rencananya akan menaiki kereta Kyai Mandrajuwala. Sedangkan pengantin akan menaiki kereta Kyai Jongwiyat. Sedangkan kereta lainnya akan dipakai para pengiring dan kerabat/keluarga di antaranya Kyai Kus Gading, Kus Ijem, Kus Cemeng zaman Sultan HB VIII.

"Ini masih geladi kotor untuk mencoba rute dan kondisi kereta setelah diperbaiki," kata adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat yang memimpin pelaksanaan uji coba kereta di Museum Kereta Kraton.

Menurut dia, ada sekitar 12 kereta yang dipersiapkan untuk mengikuti kirab dari Pagelaran Keraton menuju Kepatihan pada tanggal 23 Oktober nanti. Sedikitnya ada puluhan kuda yang dipersiapkan untuk menarik kereta.

"Sebanyak 18 ekor kuda pinjaman dari Kavaleri TNI AD di Bandung. Lainnya dari Pordasi DIY," katanya.

Menurut dia, percobaan rute ini untuk menghitung waktu tempuh kirab dan gambaran umum mengenai situasi kirab atau memperhitungkan kerumunan warga yang akan menyaksikan dan memenuhi jalanan mulai dari alun-alun Utara, Malioboro hingga Kepatihan. Sedangkan jumlah pengawal Sultan dari prajurit keraton diperkirakan lebih dari 300-an orang.

Kereta Kyai Jongwiyat yang akan digunakan kedua mempelai akan berangkat dari Keben Kraton. Sedangkan rombongan lainnya yakni Sri Sultan HB X dsan GKR Hemas, Paku Alam IV dan rombongan pengiring lainnya dari Pagelaran Kraton Yogyakarta.



GKR Hayu dan KPH Notonegoro (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close