detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 11/10/2013 18:41 WIB

Royal Wedding Keraton Yogya

12 Kereta Pusaka Dikeluarkan untuk Uji Coba Rute Kirab Pengantin

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai mempersiapkan pernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro. Salah satunya mencoba rute kirab pengantin dari Keraton menuju Kepatihan.

Hari ini, kraton mulai mempersiapkan prosesi kirab menuju tempat resepsi di Bangsal Kepatihan kompleks Kantor Gubernur DIY di Jl Malioboro, Jumat (11/10/2013) sore. Sebanyak 12 kereta milik keraton di Museum Kereta di Jl Rotowijayan dikeluarkan untuk mencoba rute kirab sejauh lebih kurang 2 km.

Sri Sultan bersama GKR Hemas akan menaiki kereta Kyai Wimonoputro yang ditarik sekitar 8 ekor kuda. Kereta Kyai Wimoniputro adalah kereta buatan Inggris abad 19 yang dulu dipakai putra mahkota. Sedangkan Adipati, Sri Paduka Paku Alam IX, rencananya akan menaiki kereta Kyai Mandrajuwala. Sedangkan pengantin akan menaiki kereta Kyai Jongwiyat. Sedangkan kereta lainnya akan dipakai para pengiring dan kerabat/keluarga di antaranya Kyai Kus Gading, Kus Ijem, Kus Cemeng zaman Sultan HB VIII.

"Ini masih geladi kotor untuk mencoba rute dan kondisi kereta setelah diperbaiki," kata adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat yang memimpin pelaksanaan uji coba kereta di Museum Kereta Kraton.

Menurut dia, ada sekitar 12 kereta yang dipersiapkan untuk mengikuti kirab dari Pagelaran Keraton menuju Kepatihan pada tanggal 23 Oktober nanti. Sedikitnya ada puluhan kuda yang dipersiapkan untuk menarik kereta.

"Sebanyak 18 ekor kuda pinjaman dari Kavaleri TNI AD di Bandung. Lainnya dari Pordasi DIY," katanya.

Menurut dia, percobaan rute ini untuk menghitung waktu tempuh kirab dan gambaran umum mengenai situasi kirab atau memperhitungkan kerumunan warga yang akan menyaksikan dan memenuhi jalanan mulai dari alun-alun Utara, Malioboro hingga Kepatihan. Sedangkan jumlah pengawal Sultan dari prajurit keraton diperkirakan lebih dari 300-an orang.

Kereta Kyai Jongwiyat yang akan digunakan kedua mempelai akan berangkat dari Keben Kraton. Sedangkan rombongan lainnya yakni Sri Sultan HB X dsan GKR Hemas, Paku Alam IV dan rombongan pengiring lainnya dari Pagelaran Kraton Yogyakarta.



GKR Hayu dan KPH Notonegoro (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bgs/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close