Detik.com News
Detik.com

Jumat, 11/10/2013 18:23 WIB

Royal Wedding Keraton Yogya

Prosesi Pernikahan GKR Hayu-KPH Notonegoro Lebih Pendek Dibanding Adiknya

Bagus Kurniawan - detikNews
Prosesi Pernikahan GKR Hayu-KPH Notonegoro Lebih Pendek Dibanding Adiknya
Yogyakarta - Prosesi pernikahan putri keempat Raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro lebih singkat dibanding prosesi pernikahan sebelumnya. Seperti apa prosesinya?

Bila pada prosesi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara berlangsung selama 4 hari, pernikahan GKR Hayu yang sebelumnya bernama GRAJ Nurabra Juwita dengan Angger Pribadi Prabowo ini akan berlangsung selam 3 hari, yakni 21-23 Oktober 2013.

"Harinya lebih singkat dibanding pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara," ungkap KPH Notonegoro dan GKR Hayu saat jumpa pers di Kraton Kilen, Kompleks Kraton Yogyakarta, Jumat (11/10/2013).

Menurut Notonegoro, pada pernikahan sebelumnya, prosesi pernikahan selama 4 hari. Namun untuk pernikahan besok akan berlangsung selama 3 hari. Calon mempelai pria hanya menginap selama semalam di Ksatriyan yakni saat nyantri dan dilanjutkan siraman.

"Pada hari pertama tanggal 21 Oktober, nyantri, siraman untuk pengantin pria di Ksatriyan. Pengantin putri, siraman di Keputren, tantingan dan midodareni," ungkap Notonegoro.

Selanjutnya pada tanggal 22 Oktober, prosesi dilanjutkan dengan ijab dan panggih di keraton. Resepsi dan pamitan digelar di hari terakhir atau tanggal 23 Oktober.

GKR Hayu menambahkan nuansa pernikahan ini akan berwarna hijau tosca dan aksen ungu. Sekitar 3.000 tamu akan diundang di antaranya sejumlah pejabat negara seperti menteri, duta besar, presiden, dan wakil presiden serta sejumlah mantan presiden.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%