Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/10/2013 14:35 WIB

Detik-detik Saat Holly Disergap dan Dibunuh di Apartemennya

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 2 dari 3
Detik-detik menegangkan pun terjadi. Klik! Begitu Holly masuk ke dalam kamar, pelaku yang sudah bersiap-siap ini kemudian menarik Holly dan membekapnya.

"Begitu Holly masuk, dua orang ini langsung menarik Holly dan membekapnya," kata Herry.

Holly yang saat itu masih berkomunikasi dengan ibu asuhnya dengan spontan berteriak minta tolong. Teriakan ini kemudian membuat ibu asuhnya cemas. Ibu asuh Holly kemudian menghubungi teman-teman Holly yang juga tinggal di apartemen Kalibata City.

Teriakan Holly dan suara rintihan Holly yang kesakitan itu juga didengar oleh tetangga Holly. Pria tersebut kemudian turun ke bawah dan melapor ke sekuriti.

Pertolongan belum tiba, pelaku sudah menyiksa Holly. Holly dipukul besi 50 cm di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Kepala Holly sobek dan darahnya mengucur. Holly pun mulai melemah dan teriakannya sudah tidak terdengar lagi.

Teman-teman Holly dan sekuriti yang datang pada detik-detik setelah Holly dianiaya, kemudian mencoba mencongkel pintu dengan linggis. Namun upaya itu tidak berhasil, sehingga para saksi mendobrak pintu tersebut.

"Kedatangan saksi ini kemudian didengar Elriski dan temannya itu, mereka panik dan mencoba melarikan diri," kata Herry.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%