Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/10/2013 12:46 WIB

Tragedi Berdarah di Kalibata City

Eksekutor Holly Angela Berinisial S Adalah Sopir Gatot

Mei Amelia R - detikNews
Eksekutor Holly Angela Berinisial S Adalah Sopir Gatot
Jakarta - Penyidikan kasus pembunuhan Holly Angela Ayu (37), semakin terang-benderang. Setelah polisi menangkap dua eksekutor berinisial S dan AL, muncul seseorang bernama G, yang diduga kuat adalah pejabat esolon I BPK, Gatot Supiartono.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya akan memeriksa G karena memiliki kedekatan dengan tersangka S.

"S ini kadang-kadang menyopiri G. S ini kenal G," ucap Rikwanto kepada Wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Rikwanto tidak menjelaskan lebih detail mengenai kedekatan S dan G ini sejauh mana. Rikwanto juga tidak menyebutkan apakah S ini adalah sopir pribadi G atau bukan.

"Nanti dalam pemeriksaan akan terungkap," ujar Rikwanto.

Kemudian, saat ditanya kaitan pemeriksaan G ini apakah berkaitan dengan adanya dugaan G menyuruh S untuk membunuh Holly, Rikwanto tidak menjawab.

"Semuanya akan ditanyakan dalam pemeriksaan," kata dia.

Gatot sempat dikabarkan sebagai suami Holly. Namun belakangan polisi tak menemukan akta nikah keduanya.

Kini, keberadaan Gatot masih misterius. Auditor utama BPK itu tak bisa ditemui di kantornya. Polisi sudah mengirim surat pencegahan ke luar negeri atas namanya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%