detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 11/10/2013 12:46 WIB

Tragedi Berdarah di Kalibata City

Eksekutor Holly Angela Berinisial S Adalah Sopir Gatot

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Penyidikan kasus pembunuhan Holly Angela Ayu (37), semakin terang-benderang. Setelah polisi menangkap dua eksekutor berinisial S dan AL, muncul seseorang bernama G, yang diduga kuat adalah pejabat esolon I BPK, Gatot Supiartono.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya akan memeriksa G karena memiliki kedekatan dengan tersangka S.

"S ini kadang-kadang menyopiri G. S ini kenal G," ucap Rikwanto kepada Wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Rikwanto tidak menjelaskan lebih detail mengenai kedekatan S dan G ini sejauh mana. Rikwanto juga tidak menyebutkan apakah S ini adalah sopir pribadi G atau bukan.

"Nanti dalam pemeriksaan akan terungkap," ujar Rikwanto.

Kemudian, saat ditanya kaitan pemeriksaan G ini apakah berkaitan dengan adanya dugaan G menyuruh S untuk membunuh Holly, Rikwanto tidak menjawab.

"Semuanya akan ditanyakan dalam pemeriksaan," kata dia.

Gatot sempat dikabarkan sebagai suami Holly. Namun belakangan polisi tak menemukan akta nikah keduanya.

Kini, keberadaan Gatot masih misterius. Auditor utama BPK itu tak bisa ditemui di kantornya. Polisi sudah mengirim surat pencegahan ke luar negeri atas namanya.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mei/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%