detikcom

Jumat, 11/10/2013 11:31 WIB

Tragedi Berdarah Kalibata City

Gatot akan Diperiksa Polisi dalam Kasus Pembunuhan Holly

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian Metro Jaya akan meminta keterangan Gatot Supiartono dalam kasus dugaan pembunuhan Holly Angela Ayu (37) di unit 09AT tower Ebony Apartemen Kalibata City. Pemanggilan terhadap pejabat eselon I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini didasarkan keterangan saksi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pemeriksaan terhadap Gatot itu dilakukan setelah penyidik mengembangkan keterangan 2 tersangka yang sudah tertangkap yakni S dan AL.

"G ini seseorang yang dicurigai, kita panggil dulu sebagai saksi," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Rikwanto mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat panggilan terhadap Gatot untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus terbunuhnya Holly pada Senin 30 September 2013 malam lalu.

"Surat dilayangkan hari ini untuk pemeriksaan minggu depan," kata Rikwanto.

Sementara itu, Rikwanto belum bisa menyebutkan siapa G yang dimaksud. Namun, ia menyiratkan bahwa G yang dimaksud adalah Gatot. Rikwanto mengatakan, pemeriksaan G ini untuk mengkonfirmasi terkait adanya foto Holly dan G yang ada di TKP, yang tersebar ke sejumlah media.

"Foto G ada di TKP. Foto ini akan kita tanyakan ke yang bersangkutan dalam pemeriksaan nanti," kata Rikwanto.

Selain itu, dasar pemanggilan Gatot oleh polisi, didasarkan keterangan tersangka SH. "S dekat dengan G," tukasnya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%
MustRead close