detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 11/10/2013 08:55 WIB

Dua Pekan Sebelum Penangkapan KPK, Wawan, Akil dan Atut Ada di Singapura

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Ada catatan menarik soal perjalanan Akil Mochtar, Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana. Ketiganya pernah terpantau ada di Singapura di bulan September.

Seorang penegak hukum yang memantau aktivitas ketiganya membisikkan, Akil berangkat pada 21 September ke Singapura dan kembali dua hari setelahnya. Sementara Ratu Atut pergi dari tanggal 21 September 2013 lalu dan pulang empat hari kemudian dari negeri Singa. Khusus Wawan, dia berada di Singapura dari 20-24 September.

Apakah ketiganya bertemu? Belum jelas benar. Namun aturan MK dengan tegas melarang seorang hakim bertemu di luar persidangan dengan pihak berperkara.

Saat dikonfirmasi, pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer, sebelumnya membenarkan Akil kerap ke Singapura. Namun tujuannya bukan untuk maksud lain, selain berobat.

"Setahu saya dia berobat. Dia pernah sakit pinggang, dia pakai tongkat," kata Tamsil saat dikonfirmasi detikcom.

Pihak KPK belum banyak yang mau berkomentar soal ini. Juru bicara KPK Johan Budi menegaskan, belum akan menelusuri soal catatan perjalanan Akil, Wawan dan Atut.

Dua pengacara Wawan, Tubagus Sukatma dan Efran Helmi, tak mengangkat telepon saat hendak dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim pun tak dibalas.

Dari pihak Atut, belum ada yang bisa dimintai konfirmasi. Namun hari ini, Atut akan diperiksa KPK sebagai saksi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%