detikcom
Jumat, 11/10/2013 08:55 WIB

Dua Pekan Sebelum Penangkapan KPK, Wawan, Akil dan Atut Ada di Singapura

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Ada catatan menarik soal perjalanan Akil Mochtar, Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana. Ketiganya pernah terpantau ada di Singapura di bulan September.

Seorang penegak hukum yang memantau aktivitas ketiganya membisikkan, Akil berangkat pada 21 September ke Singapura dan kembali dua hari setelahnya. Sementara Ratu Atut pergi dari tanggal 21 September 2013 lalu dan pulang empat hari kemudian dari negeri Singa. Khusus Wawan, dia berada di Singapura dari 20-24 September.

Apakah ketiganya bertemu? Belum jelas benar. Namun aturan MK dengan tegas melarang seorang hakim bertemu di luar persidangan dengan pihak berperkara.

Saat dikonfirmasi, pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer, sebelumnya membenarkan Akil kerap ke Singapura. Namun tujuannya bukan untuk maksud lain, selain berobat.

"Setahu saya dia berobat. Dia pernah sakit pinggang, dia pakai tongkat," kata Tamsil saat dikonfirmasi detikcom.

Pihak KPK belum banyak yang mau berkomentar soal ini. Juru bicara KPK Johan Budi menegaskan, belum akan menelusuri soal catatan perjalanan Akil, Wawan dan Atut.

Dua pengacara Wawan, Tubagus Sukatma dan Efran Helmi, tak mengangkat telepon saat hendak dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim pun tak dibalas.

Dari pihak Atut, belum ada yang bisa dimintai konfirmasi. Namun hari ini, Atut akan diperiksa KPK sebagai saksi.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%