Detik.com News
Detik.com
Kamis, 10/10/2013 22:50 WIB

Disebut Dekat dengan Bunda Putri, SBY Minta Luthfi Hasan Tak Alihkan Isu

Mega Putra Ratya - detikNews
Disebut Dekat dengan Bunda Putri, SBY Minta Luthfi Hasan Tak Alihkan Isu
Jakarta - Presiden SBY geram dengan kesaksian Lutfhi Hasan yang menyebut Bunda Putri orang dekatnya. Presiden SBY meminta Luhtfi jangan mengalihkan isu dari kasus hukum yang menjeratnya.

"Siapapun saudara-saudara saya yang berurusan dengan hukum, ceritakanlah kebenaran, jangan suka mengalihkan isu," tegas SBY dengan nada tinggi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/10/2013). SBY baru tiba dari Brunei Darusaalam menghadiri East Asia Summit.

SBY meminta janganlah mengait-ngaitkan orang lain dalam setiap kasus hukumnya. Apalagi orang tersebut tidak tahu menahu mengenai kasus tersebut.

"Sekarang saya, mungkin lain kali orang lain. Itu sudah kejahatan sendiri," imbuhnya.
Dalam sidang lanjutan perkara korupsi daging impor dengan terdakwa eks Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq mengaitkan Bunda Putri dengan Presiden SBY.

Awalnya, Luthfi menjelaskan soal kedatangannya ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah. Dia mengaku hendak mengklarifikasi soal kabar reshuffle kabinet, sebab Putri tahu banyak soal itu sebagai orang dekat presiden.

"Setahu saya bunda ini dekat dengan Presiden SBY, dia tahu soal reshuffle, saya kawatir ada reshuffle, jadi saya perlu verifikasi ke dia, bener nggak ada reshuffle," kata Luthfi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (10/10/2013).

Namun saat ditanya lebih jauh soal sosok Bunda Putri, Luthfi lebih banyak tidak tahu. Termasuk saat dicecar soal nama lengkap dan latar belakangnya. Alhasil, Hakim Nawawi Pomolango mempertanyakan kesaksian ini.

"Anda tidak rasional, anda kenal Bunda Putri tapi tidak tahu siapa nama lengkapnya," kata Nawawi.

"Jangan jadikan sidang ini sebagai forum menjatuhkan," pinta Nawawi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%