detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 10/10/2013 22:28 WIB

Cek Siapa Bunda Putri, SBY Minta Mensesneg Telepon Mentan

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Presiden SBY geram disebut-sebut dekat dengan Bunda Putri yang terungkap di persidangan kasus suap impor daging sapi. Presiden SBY langsung mengklarifikasi ke Mentan Suswono untuk mencari tahu siapa sebenarnya Bunda Putri melalui melalui Mensesneg Sudi Silalahi.

"Pak Suswono mengatakan Bunda Putri katanya istri salah satu pejabat di kementan. Menurut Pak Suswono, katanya dia pengusaha asal Cilimus, Jabar. Lantas dicek ke wamentan, apa betul istri salah satu pejabat, konon katanya betul," tegas SBY dengan nada tinggi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/10/2013).

SBY baru tiba dari Brunei Darusaalam menghadiri East Asia Summit.

Presiden SBY mengaku dirinya menyempatkan diri untuk mengecek ke semua pihak untuk mengetahui siapa sosok Bunda Putri.

"Saya cari sumber lembaga sah yang bisa kasih keterangan ke saya, kenal ngga bunda putri," imbuhnya.

Dalam sidang lanjutan perkara korupsi daging impor dengan terdakwa eks Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq mengaitkan Bunda Putri dengan Presiden SBY.

Awalnya, Luthfi menjelaskan soal kedatangannya ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah. Dia mengaku hendak mengklarifikasi soal kabar reshuffle kabinet, sebab Putri tahu banyak soal itu sebagai orang dekat presiden.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mpr/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%