Kamis, 10/10/2013 15:42 WIB

Sidang Fathanah

Ditanya Soal Suami Bunda Putri, Luthfi Hasan: Sudah Lama Meninggal

Rivki - detikNews
Jakarta - Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sempat tidak tahu siapa suami Bunda Putri. Tapi, saat ditanya kedua kali oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Luthfi menjawab suami Bunda Putri sudah meninggal.

"Saudara tadi ditanya siapa Bunda Putri, apa benar suami Bunda Putri adalah dirjen peternakan?" tanya Jaksa Muhibudin, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/10/2013).

"Setahu saya suami dia sudah lama meninggal," jawab Luthfi.

Jaksa juga bertanya apakah Bunda Putri orang yang berpengaruh terhadap perubahaan struktur di Kementerian Pertanian (Kementan). "Dia pernah bercerita, hanya sekadar bercerita," jawab Luthfi.

Kesaksian Luthfi berbeda dengan keterangan sejumlah orang dekat Bunda Putri. Penelusuran majalah detik menemukan jejak bahwa Bunda Putri yang memiliki nama asli Non Saputri bertempat tinggal di Jalan Metro Pondok Indah, SB-09, RT05/015, Jakarta Selatan.

Bunda Putri ini diketahui berasal dari Cilimus, Kuningan, Jabar. Bunda Putri juga memiliki rumah di sana. Menurut adik tirinya, Otong Mulyadin yang juga kepala desa, Bunda Putri kerap pulang 4-5 bulan sekali. Ketika pulang dia kerap membagikan sembako dan uang ke penduduk yang tak mampu.

Namun yang mengejutkan, dari mulut Otong keluar pengakuan bahwa kakaknya itu bersuamikan seorang pejabat di Kementan tak lain Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim alias Odeng.

"Sepengetahuan saya, suaminya Pak Odeng. Kalau ingin kejelasan, harus tanya yang bersangkutan. Saya juga banyak yang datang dan menanyakan, saya jawab apa adanya," jelas Otong.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%