detikcom
Kamis, 10/10/2013 06:35 WIB

Polisi Dalami Peran 2 Teman Elriski dalam Pembunuhan Holly

Mei Amelia R - detikNews
Kamar Holly Angela di Kalibata City (Foto M Nurbilkis/detikcom)
Jakarta - Polisi memastikan dua teman Elriski Yudhistira, S dan AL terlibat dalam pembunuhan Holly Angela Ayu di unit lantai 9AT tower Ebony Apartemen Kalibata City. Para pelaku ini punya peran masing-masing dalam keterlibatannya itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, keduanya ada di apartemen tersebut saat terjadi penganiayaan terhadap Holly.

"Artinya kedatangan mereka di situ tentunya ada tujuan dan ada perannya masing-masing. Peran ini yang kita dalami dalam kaitan kejadian tersebut," jelas Rikwanto, Kamis (10/10/13).

Rikwanto mengatakan, dua orang yang ditangkap ini adalah teman Elrsiki. Mereka adalah bagian dari satu kelompok yang diduga disuruh oleh seseorang untuk menghabisi nyawa Holly.

Pembunuhan terhadap Holly ini juga diduga kuat sudah direncanakan dengan matang oleh para pelaku. Sehingga dalam aksinya, mereka memiliki peran masing-masing.

"Apakah menunggu di bawah atau di satu tempat atau memberitahukan kegiatan Holly dan yang lainnya," ujarnya.

Holly Angela ditemukan kritis ketika keluarga dan satpam apartemen mendobrak pintu kamarnya. Holly kemudian meninggal dunia di IGD RS Tria Dipa.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%