Rabu, 09/10/2013 14:56 WIB

'Royal Wedding' Keraton Yogya akan Dihadiri 150 Tamu VVIP, Termasuk SBY

Edzan Raharjo - detikNews
GKR Hayu dan KPH Notonegoro (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Keraton Yogyakarta sebentar lagi menggelar hajatan besar. Putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu, akan menikah dengan KPH Notonegoro.

Prosesi pernikahan akan digelar selama 3 hari, tanggal 20-23 0ktober 2013. Pernikahan ini bakal dirayakan lebih besar dibanding pernikahan agung sebelumnya. Tak kurang dari 1.500 undangan telah disebar. Sebanyak 150 di antaranya adalah tamu VVIP, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Biro Umum Pemda DIY Sigit Haryanto mengatakan tamu-tamu yang diundang dan telah konfirmasi untuk hadir yakni tamu VVIP, meliputi presiden, wapres dan mantan presiden dan wapres. Ada 33 menteri, 28 duta besar, 17 pejabat setingkat menteri, 23 pimpinan dewan dan lembaga tinggi negara, 29 gubernur, dan 3 perwakilan dari UNDP.

"Presiden dan Wakil Presiden akan hadir pada acara panggih yang berlangsung di Keraton Yogyakarta. Mantan presiden dan wapres yang akan hadir yakni Megawati, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz. Tamu VVIP ini hadir tanggal 22 Oktober," kata Sigit di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (9/10/2013).

Acara resepsi akan digelar tanggal 23 Oktober di Bangsal Kepatihan Yogyakarta pada siang hari. Acara digelar pada jam kerja PNS Pemda DIY. "Tetapi sudah disusun agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Disiagakan 55 pasang penerima tamu atau among tamu yang terdiri dari lurah, wakil wali kota, wakil bupati, dan pejabat SKPD.

Kabag Humas Sekda DIY Iswanto menambahkan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Permasuri serta Adiapati Pakualam IX akan ikut kirab dengan naik kereta. "Kirab pernikahan akan menggunakan 12 kereta dengan melibatkan 78 kuda," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%