detikcom
Rabu, 09/10/2013 14:15 WIB

Kejati Riau Selidiki Dugaan Pungli di Jembatan Timbang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Selama ini jembatan timbang di Riau diduga dijadikan tempat ajang pungutan liar (pungli). Itu sebabnya, Kejati Riau menyelidiki masalah tersebut.

Di Riau tercatat ada 4 jembatan timbang. Pertama di Kab Bengkalis Riau yang menghubungkan ke pelabuhan Dumai dan ke Sumatera Utara. Dalam sehari, lebih dari 2.000- truk dan tangki CPO melintas. Selanjutnya jembatan timbang di Rantau Berangin, Kab Kampar menghubungkan ke Sumbar. Juga jembatan timbang di Kuansing dan Indragiri Hulu. Berbagai laporan masuk soal pungutan di jembatan-jembatan tersebut.

"Dari sejumlah laporan kita sudah turun ke lapangan ditemukan kecurangan yang dilakukan oknum Dishub yang bertugas di jembatan timbangan dengan cara melakukan pungli. Akibatnya terjadi pengurangan pemasukan bagi PAD. Kita masih menyelidikinya dan mengumpulkan bukti-bukti," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Amril Rigo, kepada wartawan, Rabu (9/10/2013) di Pekanbaru.

Kejati sudah meminta keterangan kepada 3 pejabat Dishub Riau. Mereka adalah Kepala Seksi Jembatan Timbang di Duri, Basarudin, Komandan Regu (Danru) Jembatan Timbang Duri, Aidil, dan Danru Jembatan Timbang Tarantang Manuk, Syafrul. Ketiganya beberapa kali mangkir dari panggilan dan dijemput paksa.

"Mereka telah beberapa kali dipanggil tapi tak diindahkan. Setelah kita ancam akan dipanggil paksa, akhirnya mereka datang. Kemarin mereka sudah kita minta keterangan," kata Amril.

"Kita akan terus kumpulkan bukti-bukti terkait pungli ini. Sementara tiga pejabat tersebut baru sebatas saksi," kata Amril.

Sejumlah informasi yang dihimpun, jembatan timbang ini melakukan pungli ke setiap truk berbuatan dan tangki. Dishub Riau tidak mempersoalkan soal sarat muatan truk atau truk tangki sepanjang para sopir menitipkan uang pelicin.

Pengakuan sejumlah sopir, untuk truk jenis colt diesel yang melintasi jembatan timbang menitipkan uang Rp 10 ribu. Ini belum kelebihan tonase yang harus dibayarkan berdasarkan kelebihan angkutan.

"Lain jenis truk lain pula nilai setorannya. Lebih baik kita ya melebihi muatan saja, karena tak lebih pun kita setor juga," kata seorang supir truk Benard Marpaung yang lagi bongkar muat barang di Pekanbaru.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%