Rabu, 09/10/2013 14:11 WIB

PDIP Tunjuk Musdah Mulia Pimpin Megawati Institute

Moksa Hutasoit - detikNews
foto: @musdahmulia
Jakarta - DPP PDI Perjuangan menunjuk aktivis perempuan Musdah Mulia sebagai Direktur Megawati Institute. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memuji langkah perjuangan yang dilakukan Musdah.

Pengumuman penunjukan Musdah ini disampaikan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat membuka diskusi 'Perempuan dan Peradaban Indonesia' di Kantor DPP PDIP di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

"Hasil rapat Pleno DPP kemarin, atas kesediaan ibu Musdah, kita kukuhkan ibu Musdah sebagai Direktur Megawati Institute," kata Tjahjo.

Dalam pidatonya, Mega mengaku sudah lama mengagumi perjuangan Musdah. Terlebih lagi Mega dan Musdah cocok dalam berkomunikasi.

"Saya cari-cari, ketemu. Yang tadinya cuma mau basa basi setengah jam, tahunya enggak tahu jam," kata Mega.

Musdah merupakan aktivis perempuan, dosen, peneliti, penulis di bidang keagamaan di Indonesia. Musdah concern terhadap persoalan isu-isu demokrasi, HAM, pluralisme, perempuan, dan civil society.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%