Detik.com News
Detik.com
Rabu, 09/10/2013 14:11 WIB

PDIP Tunjuk Musdah Mulia Pimpin Megawati Institute

Moksa Hutasoit - detikNews
PDIP Tunjuk Musdah Mulia Pimpin Megawati Institute foto: @musdahmulia
Jakarta - DPP PDI Perjuangan menunjuk aktivis perempuan Musdah Mulia sebagai Direktur Megawati Institute. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memuji langkah perjuangan yang dilakukan Musdah.

Pengumuman penunjukan Musdah ini disampaikan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat membuka diskusi 'Perempuan dan Peradaban Indonesia' di Kantor DPP PDIP di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

"Hasil rapat Pleno DPP kemarin, atas kesediaan ibu Musdah, kita kukuhkan ibu Musdah sebagai Direktur Megawati Institute," kata Tjahjo.

Dalam pidatonya, Mega mengaku sudah lama mengagumi perjuangan Musdah. Terlebih lagi Mega dan Musdah cocok dalam berkomunikasi.

"Saya cari-cari, ketemu. Yang tadinya cuma mau basa basi setengah jam, tahunya enggak tahu jam," kata Mega.

Musdah merupakan aktivis perempuan, dosen, peneliti, penulis di bidang keagamaan di Indonesia. Musdah concern terhadap persoalan isu-isu demokrasi, HAM, pluralisme, perempuan, dan civil society.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%