Rabu, 09/10/2013 00:40 WIB

Kasus Suap PT NRC, Jaksa KPK Sebut Albertinus Terima US$ 50 Ribu

Ferdinan - detikNews
Halaman 2 dari 2
Suharyo, Ketua Tim Pemeriksa Bukti Permulaan PT Delta Internusa yang ditugaskan Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Jaktim disebut menerima Rp 200 juta. Pemberian ini berasal dari duit Rp 3,250 miliar yang diterima Dian Irwan dan Eko Darmayanto terkait pemeriksaan pajak PT Delta Internusa.

4. Albertinus Parlinggoman Napitupulu

Albertinus kebagian duit US$ 50 ribu yang diberikan oleh Dian Irwan dan Eko Darmayanto. Duit ini sisa dari uang yang diterima kedua pegawai pajak dari Kepala Bagian Keuangan PT Nusa Raya Cipta (NRC) Handoko Tejowinoto.

Pemberian ke Albertinus yang tidak dicantumkan identitas lengkapnya ini dilakukan dua kali yakni US$ 20 ribu dan US$ 30 ribu. Khusus untuk US$ 30 ribu, Dian Irwan dan Eko menghubungi Handoko Tedjowinoto (PT Nusa Raya Cipta) meminta bantuan dana dengan alasan untuk proses penyelesaian perkara PT Genta Dunia Jaya Raya di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Permintaan ini disanggupi Handoko yang kemudian bertemu dengan kedua terdakwa di rumah makan Soto Kudus di Jalan Otto Iskandardinata Jaktim. Pada pertemuan, kedua terdakwa menerima US$ 30 ribu terbungkus amplop cokelat yang kemudian diserahkan ke Albertinus Napitupulu.

"US$ 30 ribu diberikan kepada Albertinus Parlinggoman Napitupulu atas sepengetahuan Heru Sriyanto," kata jaksa Medi Iskandar.

Penyidik PNS Pajak, Mohammad Dian Irwan Nuqisra dan Eko Darmayanto didakwa menerima hadiah berupa uang SGD 600 ribu dari pemilik/Direktur Keuangan PT The Master Steel Manufactory, Diah Soemedi. Duit diterima terkait upaya penghentian penyidikan perkara pidana pajak.

Dalam dakwaan kedua yang disusun penuntut umum KPK, kedua pegawai pajak itu disebut menerima Rp 3,25 miliar dari Direktur PT Delta Internusa, Laurentinus Suryawidjaya Djuhadi. Sedangkan duit US$ 150 ribu diberikan oleh Kepala Bagian Keuangan PT Nusa Raya Cipta, Handoko Tejowinoto.

"(Pemberian) Agar Mohammad Dian Irwan Nuqisra dan Eko Darmayanto tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan bukti permulaan wajib pajak PT Delta Internusa dan wajib pajak PT Nusa Raya Cipta," kata jaksa Medi Iskandar.


Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
MustRead close