detikcom
Selasa, 08/10/2013 22:00 WIB

Delegasi Dan Peserta Konferensi APEC 2013 Puji Kualitas Infrastruktur ICT Telkom

Advertorial - detikNews

Jakarta - Kehadiran infrastruktur ICT kelas dunia yang digelar oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) sepanjang pertemuan puncak APEC 2013 banyak menuai pujian dari delegasi dan peserta yang hadir.

“Telkom telah melakukan kerja yang menakjubkan dengan menghadirkan layanan telekomunikasi prima disertai koneksi yang sangat baik,” ujar Tony Fernandez, CEO Air Asia.

Telkom memperkuat kapasitas jaringan untuk memberi layanan terbaik bagi ribuan peserta APEC di Bali, mulai dari satu minggu sebelum dimulainya pertemuan puncak. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengatakan, “Saya mendapat laporan bahwa kapasitas jaringan yang disediakan Telkom untuk pertemuan puncak APEC di Bali ini 4 kali lebih besar daripada kapasitas jaringan dalam penyelenggaraan pertemuan serupa di Vladivostok."

Jurnalis mancanegara dan dari Indonesia juga ikut menikmati koneksi internet berkecepatan tinggi yang disediakan Telkom di Media Center dan di seluruh area penyelenggaraan pertemuan APEC.

“Koneksi WIFI-nya sangat bagus sehingga saya dapat dengan mudah mengirimkan dokumen, foto dan video," kata Mim Bo Li dari Guangzhou Daily.

Keberhasilan Telkom ini memperkuat kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan puncak APEC 2013 di Bali. “Sejarah akan mencatat bahwa Telkom berhasil menyiapkan sistem telekomunikasi untuk sebuah perhelatan yang merupakan salah satu event terbesar di dunia," tambah Dahlan Iskan.

Menanggapi pujian dari para delegasi dan peserta pertemuan puncak APEC 2013 tersebut, Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan bahwa keberhasilan Telkom merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Telkom Group.

“Saya sangat berterima kasih atas kerja keras dan komitmen yang luar biasa dari 500 karyawan Telkom yang telah siaga sejak pertengahan September 2013 untuk membangun dan memastikan jaringan ICT Telkom always onselama pertemuan puncak APEC," papar Arief Yahya.


(adv/adv)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advertorial Lainnya Indeks Advertorial ยป
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%