Selasa, 08/10/2013 09:10 WIB

DPRD DKI: Kenakalan Remaja Jakarta Sudah Menjurus ke Tingkat Kriminal

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Seorang pelajar SMK di Jakarta, RN (18) alias Tompel melakukan perbuatan tak terpuji. Tompel masuk ke dalam bus kota PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol dan menyiramkan air keras ke penumpang bus. Akibatnya beberap orang penumpang mengalami luka bakar.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, aksi Tompel tersebut merupakan kenakalan remaja. Menurutnya, kini kenakalan remaja di Jakarta sudah menjurus ke tingkat kriminal.

"Yang lebih subtansi itu adalah kenakalan remaja kita sudah menjurus pada tingkat kekerasan, bahkan cenderung kriminal," ujar pria yang akrab disapa Sani ini saat berbincang degan detikcom, Selasa (8/10/2013).

Sani mengatakan, kenakalan remaja ini jangan dianggap remeh. Harus ada pengkajian dan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang. Pihak sekolah dan orang tua memiliki peranan penting dalam menekan tingkat kenakalan remaja ini.

"Ini yang harus benar-benar dikaji, dianalisa oleh segenap pimpinan lembaga yang berwenang. Karena belum pernah terjadi sampai dramatis semacam ini," ucap Sani.

Selain itu, Sani juga mengkritisi lemahnya pengawasan bahan-bahan kimia yang beredar di pasaran Jakarta. Diperlukan pengawasan ketat dan penindakan yang tegas terhadap peredarannya.

"Secara teknis, dari mana mereka bisa mendapatkan air keras semacam itu kalau tidak dijual bebas. Seperti obat-obatan, dia hanya bisa dijual kalau ada resep dokter. Harusnya ada model pengawasan secara lebih melekat dan itu bisa ditrase manakala terjadi penyimpangan kegunaan seperti kasus pelajar itu," jelasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/kha)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%