detikcom
Sabtu, 05/10/2013 12:37 WIB

Keluarga Terantuk Kasus Korupsi, Ratu Atut: Proses Sesuai Aturan

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Adik Gubernur Banten Ratu Atut, Tubagus Wawan, terseret kasus korupsi karena diduga menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Ratu Atut juga dicegah bepergian ke luar negeri karena diduga main mata dalam pilkada Banten di MK.

Entah kebetulan atau tidak, Ratu Atut tiba-tiba menghilang. Pejabat resmi Pemprov Banten menyatakan Ratu Atut tengah sakit. Dalam debat Pilgub Banten pada Oktober 2011, Ratu Atut ditanya oleh moderator soal keluarga Atut apabila terlibat korupsi.

Saat itu, Atut ditanya apakan Atut akan otomatis mundur atau tidak apabila ada keluarganya terlibat kasus korupsi.

"Terhadap keluarga tidak bisa secara otomatis disangkutpautkan dengan keberadaan posisi sebagai gubernur," kata Atut yang didampingi calon wakilnya, Rano Karno.

Mendapat jawaban ini, suara pengunjung lalu terdengar riuh. Ratu Atut yang berjilbab putih dipadu dengan baju terusan warna putih menegaskan dirinya akan mendukung proses hukum, meski kelurganya yang terlibat sekalipun.

"Kami menghargai proses hukum. Silakan apabila keluarga kami terindikasi korupsi, diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ratu Atut.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/gah)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close