Detik.com News
Detik.com
Jumat, 04/10/2013 15:41 WIB

Kasus Suap Ketua MK, KPK Segera Periksa Ratu Atut

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Kasus Suap Ketua MK, KPK Segera Periksa Ratu Atut
Jakarta - KPK bergerak cepat dalam kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Setelah menetapkan Tubagus Wawan menjadi tersangka, KPK mencegah sang kakak Ratu Atut ke luar negeri.

"Ya karena kita butuh memeriksa dia," jelas Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja kepada detikcom, Jumat (4/10/2013).

Sayangnya, Pandu tak mau menjelaskan apa peran Ratu Atut dalam kasus suap terkait Pilkada Lebak itu. Pandu meminta agar bersabar karena penyidik KPK masih bekerja.

"Nanti kalau itu," jelas Pandu.

Wawan ditangkap pada Rabu (2/10/2013) di rumahnya di Jl Denpasar, Jakarta. KPK juga menangkap seorang pengacara Susi di Lebak. Dari kasus suap Pilkada Lebak ini disita uang Rp 1 miliar. Pilkada Lebak ini memang sudah menghasilkan keputusan, yaitu pilkada ulang. Di Lebak, jagoan yang disokong Atut kalah.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(kha/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%