detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 04/10/2013 15:41 WIB

Kasus Suap Ketua MK, KPK Segera Periksa Ratu Atut

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - KPK bergerak cepat dalam kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Setelah menetapkan Tubagus Wawan menjadi tersangka, KPK mencegah sang kakak Ratu Atut ke luar negeri.

"Ya karena kita butuh memeriksa dia," jelas Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja kepada detikcom, Jumat (4/10/2013).

Sayangnya, Pandu tak mau menjelaskan apa peran Ratu Atut dalam kasus suap terkait Pilkada Lebak itu. Pandu meminta agar bersabar karena penyidik KPK masih bekerja.

"Nanti kalau itu," jelas Pandu.

Wawan ditangkap pada Rabu (2/10/2013) di rumahnya di Jl Denpasar, Jakarta. KPK juga menangkap seorang pengacara Susi di Lebak. Dari kasus suap Pilkada Lebak ini disita uang Rp 1 miliar. Pilkada Lebak ini memang sudah menghasilkan keputusan, yaitu pilkada ulang. Di Lebak, jagoan yang disokong Atut kalah.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(kha/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%