Jumat, 04/10/2013 12:58 WIB

Dinasti Politik Ratu Atut Goyah, Ini Kata Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Setelah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dicegah KPK ke luar negeri, cerita soal dinasti politiknya muncul ke permukaan. Partai Golkar adalah kendaraan besar yang mengakomodir karier politik dinasti Ratu Atut. Golkar pun memberi penjelasan.

"Semua itu sudah dilakukan sesuai mekanisme yang ada, tidak ujug-ujug dimunculkan. Artinya yang bersangkutan menduduki jabatan publik tidak ditunjuk oleh Golkar tapi karena pilihan rakyat," kata Wasekjen Golkar Tantowi Yahya, kepada detikcom, Jumat (4/10/2013).

Keluarga terdekat Atut yang sukses di ranah politik memang menunggang dengan beringin. Suami Atut, Hikmat Tomet, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan dijagokan lagi oleh Golkar sebagai caleg di Pemilu 2014. Hikmat juga menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten.

Tak hanya itu, anak Ratu Atut, Andika Hazrumy, kini duduk di DPD RI mewakili Banten dan menjadi caleg Golkar untuk DPR RI di Pemilu 2014 mendatang. Anak tiri Atut, Tanto Warbono Arban, juga diajukan menjadi anggota DPRD I Banten di Pemilu 2014 mendatang.

Selain itu masih banyak lagi dinasti politik Ratu Atut yang menjabat bupati dan wali kota di Banten atas dukungan Golkar. Tantowi menegaskan partainya tak memprioritaskan dukungan ke keluarga Gubernur Banten tersebut.

"Tidak ada prioritas, itu pilihan rakyat yang harus dihargai," kata anggota Komisi I DPR ini.

Ratu Atut Chosiyah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK per Kamis kemarin. Pencegahan Atut terkait dugaan suap yang dilakukan sang adik, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Wawan adalah suami dari Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%