Jumat, 04/10/2013 12:00 WIB

Ratu Atut Dicegah

PDIP: Kalau Ratu Atut Terpidana, Rano Karno Jadi Gubernur Banten

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dicekal KPK. PDIP menyatakan, jika Atut meningkat statusnya menjadi terpidana, maka jabatan Gubernur menjadi hak PDIP.

"Menurut aturan perundang-undangan, otomatis wakilnya yang naik," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2013).

Atut merupakan Gubernur usungan Partai Golkar, sementara Rano Karno berasal dari PDIP. Namun demikian, PDIP memilih bijaksana menyikapi jabatan Rano Karno ke depan.

"Ini (Atut) kan baru dicekal, jadi tersangka juga belum. Kalau nanti sudah terpidana, bisa diganti. Nah, baru (Rano naik sebagai Gubernur)," kata Hasanuddin.

Ratu Atut Chosiyah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK per Kamis (3/10) kemarin. Pencegahan Atut terkait dugaan suap yang dilakukan sang adik, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. KPK mencegah Atut untuk memudahkan pemeriksaan.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
MustRead close