detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 23:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 04/10/2013 09:43 WIB

Harta Ratu Atut Rp 41,9 M, Mayoritas Berupa Tanah di Serang

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dicegah ke luar atas permintaan KPK. Pencegahan ini terkait dengan penangkapan dan penahanan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang memiliki harta berlimpah. Jika Wawan memiliki 11 mobil mewah, berapa kekayaan Atut?

Dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Atut terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 6 Oktober 2006.

Pada laporan 21 halaman itu, Atut tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Serang, Bandung, Cirebon, Jakarta Barat, dengan total nilai Rp 19,16 miliar. Jumlah daftar tanah dan bangunan yang tercatat sebanyak 122 catatan. Sebagian besar aset tak bergeraknya ada di Serang, ibukota Banten.

Untuk harta bergerak, yang terdiri dari mobil dan motor, senilai Rp 3,93 miliar. Harta bergerak lainnya, yang terdiri dari logam mulia dan batu mulia senilai Rp 8,22 miliar. Surat berharga Rp 7,85 miliar dan giro Rp 2,77 miliar.

Total kekayaannya Rp 41,93 miliar. Meningkat Rp 11 miliar lebih dibanding LHKPN sebelumnya pada 1 Oktober 2002 yang jumlahnya Rp 30,63 miliar.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
87%
Kontra
13%