detikcom

Jumat, 04/10/2013 09:43 WIB

Harta Ratu Atut Rp 41,9 M, Mayoritas Berupa Tanah di Serang

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dicegah ke luar atas permintaan KPK. Pencegahan ini terkait dengan penangkapan dan penahanan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang memiliki harta berlimpah. Jika Wawan memiliki 11 mobil mewah, berapa kekayaan Atut?

Dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Atut terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 6 Oktober 2006.

Pada laporan 21 halaman itu, Atut tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Serang, Bandung, Cirebon, Jakarta Barat, dengan total nilai Rp 19,16 miliar. Jumlah daftar tanah dan bangunan yang tercatat sebanyak 122 catatan. Sebagian besar aset tak bergeraknya ada di Serang, ibukota Banten.

Untuk harta bergerak, yang terdiri dari mobil dan motor, senilai Rp 3,93 miliar. Harta bergerak lainnya, yang terdiri dari logam mulia dan batu mulia senilai Rp 8,22 miliar. Surat berharga Rp 7,85 miliar dan giro Rp 2,77 miliar.

Total kekayaannya Rp 41,93 miliar. Meningkat Rp 11 miliar lebih dibanding LHKPN sebelumnya pada 1 Oktober 2002 yang jumlahnya Rp 30,63 miliar.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%