detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 03/10/2013 19:46 WIB

Wawan Adik Atut Dikenal Royal kepada Tetangga

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.
Jakarta - KPK menetapkan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Pilkada Lebak, Banten. Penetapan tersangka Wawan terkait penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh KPK semalam. Di mata warga, suami walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut dikenal cukup royal kepada tetangganya.

"Royal banget dibandingi orang-orang di sekitar," ujar ketua keamanan lingkungan, Husein, di sekitar rumah Wawan, Jalan Denpasar IV No 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis(3/10/2013). Jl Denpasar termasuk daerah mahal di segitiga emas Jakarta.

Husein menuturkan Wawan dikenal baik di lingkungannya. Jika ada kegiatan bakti sosial ataupun karang taruna, Wawan suka membagi-bagikan uang kepada warga.

"Kalau ada acara kebetulan saya selalu mintai, tergantung anggaran acara pokoknya paling minimal satu juta," tuturnya.

Bukan hanya warga, petugas keamanan setempat juga sering mendapat saweran dari Wawan. "Kalau kita lagi jaga di depan dia, lewat pasti berhenti manggil kita buat ngasih uang Rp 100.000 sampai Rp 50.000," tandasnya.

Rumah Wawan di Jl Denpasar telah disita oleh KPK. Sejumlah mobil termasuk Bentley di rumah itu juga dilingkari garis KPK. KPK menemukan bukti menarik dari rumah itu.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rmd/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%