Kamis, 03/10/2013 19:46 WIB

Wawan Adik Atut Dikenal Royal kepada Tetangga

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan suaminya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.
Jakarta - KPK menetapkan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Pilkada Lebak, Banten. Penetapan tersangka Wawan terkait penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh KPK semalam. Di mata warga, suami walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut dikenal cukup royal kepada tetangganya.

"Royal banget dibandingi orang-orang di sekitar," ujar ketua keamanan lingkungan, Husein, di sekitar rumah Wawan, Jalan Denpasar IV No 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis(3/10/2013). Jl Denpasar termasuk daerah mahal di segitiga emas Jakarta.

Husein menuturkan Wawan dikenal baik di lingkungannya. Jika ada kegiatan bakti sosial ataupun karang taruna, Wawan suka membagi-bagikan uang kepada warga.

"Kalau ada acara kebetulan saya selalu mintai, tergantung anggaran acara pokoknya paling minimal satu juta," tuturnya.

Bukan hanya warga, petugas keamanan setempat juga sering mendapat saweran dari Wawan. "Kalau kita lagi jaga di depan dia, lewat pasti berhenti manggil kita buat ngasih uang Rp 100.000 sampai Rp 50.000," tandasnya.

Rumah Wawan di Jl Denpasar telah disita oleh KPK. Sejumlah mobil termasuk Bentley di rumah itu juga dilingkari garis KPK. KPK menemukan bukti menarik dari rumah itu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%